Tampil beda namun tetap dalam kondisi normal dan sesuai anjuran polisi! Itu jurus ampuh yang ada dibenak Maulud. Wiraswasta ini memang sudah lama menginginkan untuk merombak motor kesayangannya.
Step awal yang dipikirkan adalah bagaimana bodi Mio Sporty tahun 2009 yang imut nampak ‘membengkak’ dan gagah. Karena itu, Maulud memutuskan untuk membeli bodi Mio Soul yang memang agak besar. Selain itu, modifikasi yang menurutnya ideal adalah tetap dalam batasan wajar. Karena itu, usungan konsep fashion racing look dipilihnya. Selain keren, konsep ini memang menjadi pilihan anak-anak muda.
“Saya mau beda sih intinya. Namun tetap wajar dan standaran anak muda konsepnya. Fashion racing look menurut saya cocok untuk diaplikasikan di motor ini,” paparnya.
Selain itu, Maulud menilai jika modif terlalu ekstrim dikhawatirkan akan menjadi incaran polisi saat razia digelar. “Saya nggak mau rubah motor hanya untuk ditilang polisi mas. Makanya saya mau yang standar tapi tetap jadi pusat perhatian,” kelakarnya.
Konsep dan bajet sudah ada, langkah berikutnya adalah mencari bengkel modif yang menyediakan paket bodi dan pengerjaan tidak terlalu lama. Maulud akhirnya menyambangi bengkel modifikasi ARM Motor. Setelah negosiasi dibuka, total biaya untuk konsep yang dipilih sebesar 7,5 juta rupiah. Sementara lama pengerjaan hanya memakan waktu seminggu. Setelah waktu yang disepakati tiba, Maulud kembali ke ARM Motor untuk mengambil motor. Penyuka MotoGP ini mengaku pesanannya sesuai dengan gambaran awal motor idamannya.
Setelah motor rampung, Maulud mengaku matik berkekuatan 115cc ini hanya untuk dipakai menemaninya beraktivitas. Selain itu, impian untuk ikutan kontes memang sempat terlintas. Namun dirinya mengaku harus banyak melakukan penyempurnaan agar motornya bisa menjadi juara. “Untuk saat ini paling cuma pakai harian aja sih. Tapi nggak menutup kemungkinan untuk terjun di ajang kontes modifikasi. Yang jelas harus ada penyempurnaan dan perbaikan dibeberapa sektor agar bisa juara,” tutupnya.
Step awal yang dipikirkan adalah bagaimana bodi Mio Sporty tahun 2009 yang imut nampak ‘membengkak’ dan gagah. Karena itu, Maulud memutuskan untuk membeli bodi Mio Soul yang memang agak besar. Selain itu, modifikasi yang menurutnya ideal adalah tetap dalam batasan wajar. Karena itu, usungan konsep fashion racing look dipilihnya. Selain keren, konsep ini memang menjadi pilihan anak-anak muda.
“Saya mau beda sih intinya. Namun tetap wajar dan standaran anak muda konsepnya. Fashion racing look menurut saya cocok untuk diaplikasikan di motor ini,” paparnya.
Selain itu, Maulud menilai jika modif terlalu ekstrim dikhawatirkan akan menjadi incaran polisi saat razia digelar. “Saya nggak mau rubah motor hanya untuk ditilang polisi mas. Makanya saya mau yang standar tapi tetap jadi pusat perhatian,” kelakarnya.
Konsep dan bajet sudah ada, langkah berikutnya adalah mencari bengkel modif yang menyediakan paket bodi dan pengerjaan tidak terlalu lama. Maulud akhirnya menyambangi bengkel modifikasi ARM Motor. Setelah negosiasi dibuka, total biaya untuk konsep yang dipilih sebesar 7,5 juta rupiah. Sementara lama pengerjaan hanya memakan waktu seminggu. Setelah waktu yang disepakati tiba, Maulud kembali ke ARM Motor untuk mengambil motor. Penyuka MotoGP ini mengaku pesanannya sesuai dengan gambaran awal motor idamannya.
Setelah motor rampung, Maulud mengaku matik berkekuatan 115cc ini hanya untuk dipakai menemaninya beraktivitas. Selain itu, impian untuk ikutan kontes memang sempat terlintas. Namun dirinya mengaku harus banyak melakukan penyempurnaan agar motornya bisa menjadi juara. “Untuk saat ini paling cuma pakai harian aja sih. Tapi nggak menutup kemungkinan untuk terjun di ajang kontes modifikasi. Yang jelas harus ada penyempurnaan dan perbaikan dibeberapa sektor agar bisa juara,” tutupnya.







0 komentar:
Posting Komentar