Konsep Street Fighter, Tetep Nyaman Buat Turing




Pemilik kuda besi sport ternyata tidak selalu menyukai konsep modifikasi motor yang kerap berlaga di ajang MotoGP. Model street fighter atau adventure juga memiliki penggemar sendiri. Suhartono contonya, lelaki enerjik ini lebih mengidamkan memiliki motor dengan aksen street fighter (naked bike).

Bayangan Hartono, motor gahar dan ‘padat berisi’ namun tetap asyik dan nyaman saat dibawa ngebut melibas pelosok tanah air. Setelah beberapa menit menyelami dunia maya untuk mencari referensi, niatan lelaki yang berprofesi sebagai karyawan ini semakin kuat untuk mengoprek kuda besi.

Awalnya, niatan untuk merias tunggangan memang tidak pernah terlintas. Namun karena sudah menyatu dengan motor berlogo kalajengking ini sejak 2005 silam, dirinya sayang untuk tidak mereparasi kuda besi miliknya.

“Saya mau jual nih motor tapi sayang. Sudah dari 2005 saya bersama si Pio (Yamaha Scorpio), dan akhirnya saya memutuskan untuk mempercantik tampilan. Akhirnya konsep naked bike memang sangat cocok untuk dibenamkan,” paparnya. Setelah memantapkan hati, Insan Motor yang berlokasi di Jati Asih, Bekasi menjadi pilihan. Total bajet yang disuntikan mencapai angka 49 juta rupiah.

Tiga bulan berselang, motor siap dibawa pulang. Warna dasar biru tetap dibiarkan hanya ditambahkan sentuhan airbrush warna merah dan putih. Anggota Yamaha Scorpio Club (YSC) yang bergabung sejak 2005 ini mengaku puas dengan hasil karya Insan Motor. Selain digunakan untuk aktivitas, kuda besi yang sudah berubah tampilan ini kerap dibawa turing. Kawasan pulau Jawa sudah dilibas habis, dan terakhir perjalanan jauh menuju Sulawesi dan Manado. Disamping itu, motor ini juga sukses meraih juara II untuk kontes modifikasi Yamaha yang digelar di Kemayoran, Jakpus pada 2010 kemarin.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Model R15 Pilihan Tepat Untuk Vixi



Untuk kelas motor sport Yamaha yang paling sering di modifikasi adalah Vixion, Byson dan Scorpio Z. Namun, penunggang Vixion paling sering keluar masuk bengkel modifikasi untuk merubah tampilan motor. Untuk saat ini, konsep Yamaha R15 masih mendominasi dan tetap menjadi pilihan utama. Selain modelnya hampir menyerupai motor-motor yang kerap berlaga di MotoGP, desain R15 terbilang simple.

Hanya membutuhkan penambahan fairing dan knalpot serta penggantian ban depan dan belakang ukuran besar, sudah masuk kategori Yamaha R15. Karena itu, Dwi yang juga kerap menyaksikan pebalap-pebalap MotoGP ikutan tertarik untuk mengoprek kuda besinya.

Konsep paling rasional dengan bajet terjangkau adalah model R15. Selain itu, penambahan beberapa part pendukung tidak merubah sama sekali wujud asli motor bawaan.

“Saya mau merubah motor standar ini jadi lebih keren dan paling tidak serupa dengan motor yang kerap tancap gas di lintasan sirkuit dunia. Karena itu, model R15 paling cocok disamping bajetnya juga tidak terlalu besar,” ujarnya baru-baru ini. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal sesuai keinginan, Dwi sampai mendonorkan dana sampai 13 juta rupiah. Sementara bengkel yang dipilih untuk mengoprek motor adalah ARM Motor yang berlokasi di kawasan Pegangsaan, Jakarta Utara.

Sebenarnya, Dwi adalah pemilik bengkel ARM Motor. Kebutuhannya mengoprek kuda besi hanya sebagai referensi bengkelnya agar menarik minat konsumen. Motor yang dikerjakan selama dua minggu itupun hanya untuk mejeng di display bengkel miliknya.

“Motor ini bukan untuk kontes atau dipakai harian. Tapi ini adalah referensi untuk konsumen yang mau merombak tunggangannya. Karena itu, motor ini kerap berdiri didepan bengkel saya. Sejauh ini sih lumayan banyak peminatnya, karena selain modelnya keren, dana yang dibutuhkan tidak sebanyak saat memodif ekstrim atau merubah total,” tutupnya.

SPESIFIKASI

Velg depan/ belakang: Sprint (Rp 800 ribu)
Ban depan/ belakang: Corsa 100/70-17 – Corsa 120/80-17 (Rp 600 rbu)
Paket bodi: ARM Motor (Rp 7 juta)
Underbone: NUI (Rp 400 ribu)
Disc belakang: Nissin Tiger Revo (Rp 850 ribu)
Handle rem: Ride It (Rp 170 ribu)
Grip gas: DBS (Rp 35 ribu)
Stang: DBS (Rp 300 ribu)
Gir belakang: Sinob (Rp 650 ribu)
Disc depan: Ride It (Rp 150 ribu)
Knalpot: R9 (Rp 950 ribu)
Mesin: Standar

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pilihan Pertama dan Terakhir, Yamaha M1



Pak Mulyadi tertarik merias Yamaha Scorpio lansiran 2007 miliknya setelah kerap menyaksikan MotoGP.  Karena itu, konsep Yamaha M1 sangat mendukung untuk dijejali ke motor kesayangannya itu. Apalagi karyawan swasta ini kerap menyambangi bengkel Tauco Custom, semakin kuat rencananya untuk merombak total ‘si Pio’.

“Awalnya sih iseng aja, sering main juga ke bengkel Tauco Custom. Saya lihat ada satu konsep yang saya rasa cocok untuk motor ini. Menurut Topo Goedel, model yang saya suka adalah aliran Yamaha M1. Saya sih cocok dengan konsep itu dan Topo langsung menjawab keinginan saya,” paparnya. Butuh waktu selama 1,5 bulan dengan total bajet mencapai 25 juta rupiah. Mulyadi mengaku bangga akhirnya motor impian jadi kenyataan. Selain itu, dirinya juga berniat untuk ‘mengadu’ motornya diajang kontes modifikasi jika ada kesempatan.

Setelah jadi, motor hanya untuk dipakai pada saat libur kerja. Menurutnya, sayang kalau motor dipakai untuk menemaninya beraktivitas sehari-hari. Warga Depok ini juga mengaku belum ada niatan untuk merubah konsep walau sudah bosan nantinya. Menurutnya desain Yamaha M1 merupakan aliran yang paling cocok untuk menopang kegagahan Yamaha Scorpio miliknya. “Belum ada niatan merubah konsep, saya tidak akan pernah bosan dengan desain Yamaha M1. Selain itu, karena keren motor ini siap untuk terjun di ajang kontes modifikasi jika memang ada kesempatan,” tutupnya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Yamaha Mio: Fashion Racing Look



Tampil beda namun tetap dalam kondisi normal dan sesuai anjuran polisi! Itu jurus ampuh yang ada dibenak Maulud. Wiraswasta ini memang sudah lama menginginkan untuk merombak motor kesayangannya.

Step awal yang dipikirkan adalah bagaimana bodi Mio Sporty tahun 2009 yang imut nampak ‘membengkak’ dan gagah. Karena itu, Maulud memutuskan untuk membeli bodi Mio Soul yang memang agak besar. Selain itu, modifikasi yang menurutnya ideal adalah tetap dalam batasan wajar. Karena itu, usungan konsep fashion racing look dipilihnya. Selain keren, konsep ini memang menjadi pilihan anak-anak muda.

“Saya mau beda sih intinya. Namun tetap wajar dan standaran anak muda konsepnya. Fashion racing look menurut saya cocok untuk diaplikasikan di motor ini,” paparnya.

Selain itu, Maulud menilai jika modif terlalu ekstrim dikhawatirkan akan menjadi incaran polisi saat razia digelar. “Saya nggak mau rubah motor hanya untuk ditilang polisi mas. Makanya saya mau yang standar tapi tetap jadi pusat perhatian,” kelakarnya.

Konsep dan bajet sudah ada, langkah berikutnya adalah mencari bengkel modif yang menyediakan paket bodi dan pengerjaan tidak terlalu lama. Maulud akhirnya menyambangi bengkel modifikasi ARM Motor. Setelah negosiasi dibuka, total biaya untuk konsep yang dipilih sebesar 7,5 juta rupiah. Sementara lama pengerjaan hanya memakan waktu seminggu. Setelah waktu yang disepakati tiba, Maulud kembali ke ARM Motor untuk mengambil motor. Penyuka MotoGP ini mengaku pesanannya sesuai dengan gambaran awal motor idamannya.

Setelah motor rampung, Maulud mengaku matik berkekuatan 115cc ini hanya untuk dipakai menemaninya beraktivitas. Selain itu, impian untuk ikutan kontes memang sempat terlintas. Namun dirinya mengaku harus banyak melakukan penyempurnaan agar motornya bisa menjadi juara. “Untuk saat ini paling cuma pakai harian aja sih. Tapi nggak menutup kemungkinan untuk terjun di ajang kontes modifikasi. Yang jelas harus ada penyempurnaan dan perbaikan dibeberapa sektor agar bisa juara,” tutupnya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Yamaha Byson 2012 : Ini Konsep Macho yang Gue Mau!



Yamaha sekali lagi membukukan diri menjadi yang terbaik. Varian motor sport pabrikan berlogo garpu tala ini terus diburu konsumen. Bukan hanya Scorpio dan Vixion, Byson pun terus merangkak naik dan jumlah pemakainya semakin banyak. Umumnya, pemilik kendaraan menilai motor sport Yamaha paling mudah untuk di rombak. Baik ekstrim maupun konsep simpel. Terlebih di bengkel ARM Motor yang lebih banyak mengerjakan motor sport Yamaha. Bengkel modifikasi yang merangkap toko aksesoris ini kerap menyulap motor-motor sport Yamaha menjadi beda tampilannya dan layak ikut serta dalam kontes modifikasi. “Sejak pertamakali diperkenalkan, saya langsung tertarik untuk membeli Yamaha Byson. Tampilan gagah dan sporty yang membedakan dengan motor merek lain. Selain itu, tidak usah dirombak total motor sudah keren,” ujar Rio sang empunya motor.

Sejak motor mendarat dirumahnya, tidak ada kata tes ride. Lelaki yang bekerja sebagai karyawan swasta ini berniat untuk langsung mempercantik tunggangan yang dibekali mesin 153cc itu. Untuk meneruskan konsep awal Byson, Rio mengaku akan mempertegasnya dengan model street fighter. Walaupun banyak konsep seperti sport atau adventure, namun lelaki pendiam ini sudah kadung suka dengan gaya street fighter. Rio juga mengaku tahu bengkel modifikasi ARM dari majalah Motodream. Karena itu, saat libur kerja dirinya langsung menyambangi bengkel yang beralamat di kawasan Peganggsaan, Jakarta Utara itu. Penyuka nasi goreng ini langsung bertemu dengan Dwi, modifikator dari ARM Motor. Karena harus membuatkan ‘baju’ baru untuk motornya, Dwi mematok harga 6 juta rupiah dengan pengerjaan satu minggu.

”Pemilik motor mau motornya bergaya street fighter. Walau ada perombakan namun motor tetap keren dan stabil  saat diajak nongkrong bareng temannya. Setelah sepakat konsepnya, saya aplikasikan di motor milik Rio dan hasilnya memang keren dan semakin gagah,” terang Dwi. Karena konsep sudah familiar, Dwi mengaku waktu yang dibutuhkan hanya seminggu. Kendati demikian, kualitas dan bahan yang dijejalkan pada motor Rio tetap menjadi perhatian utama. Selain itu, motor berwarna merah ini tidak memakan ongkos terlalu mahal. Kini motor sudah jadi dan Rio mengaku rasa percaya dirinya semakin bangga. Kedepan, penggemar Valentino Rossi ini mengaku akan mengganti beberapa part motornya yakni velg, underbone, cakram depan serta stang.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Yamaha Scorpio (2008): Minor Fighter Penjelajah Jalanan!



Konsep-konsep baru memang kerap disajikan modifikator tanah air. Tujuannya jelas agar semakin banyak rujukan model sebelum motor resmi di eksekusi. Memang suatu keharusan bagi perancang konsep memiliki segudang ide untuk ditawarkan kepada konsumen. Pun demikian dengan owner sekaligus eksekutor dari Baru Motor Sport (BMS), Ariawan Widjaja.

Dengan beragam konsep yang ditawarkan, tidak sedikit penunggang kuda besi yang ‘merias’ tunggangannya di bengkel yang beralamat di jalan Palmerah Barat No.25, Jakarta Barat ini. Selain itu, BMS memang memposisikan diri sebagai bengkel modifikasi khusus untuk motor-motor sport.

Belum lama ini, BMS merestorasi satu unit Yamaha Scorpio lansiran tahun 2008. Uniknya, motor berkekuatan 225cc ini dirombak dengan konsep yang tidak biasa. Ya, Minor Fighter dikedepankan karena sesuai dengan karakter sang empunya motor.

Beberapa modifikator memang menyebut konsep ini sebagai street fighter buntung (single seat), makanya motor ini lebih cocok dikendarai sendiri. “Pemiliknya memang hobi menjelajah, tapi tidak ingin ada boncenger. Makanya waktu pas saya tawarkan konsep minor fighter orangnya langsung cocok,” ujar Arie.

Butuh waktu selama dua satu bulan pengerjaan agar hasil yang didapat sesuai ekspektasi pemilik. Yang jelas, memang harus melihat detil-detil motor sebelum di modifikasi. Lelaki berkulit putih itu mengaku, step awal adalah memotong rangka bagian belakang motor berlogo kalajengking ini. Selanjutnya adalah penyesuaian rangka dengan dudukan jok baru.

Selesai itu, untuk lebih mempertegas aksen gahar, warna hitam dop disiramkan ke seluruh bodi motor. Kelar kedua tahap tersebut, bidikan selanjutnya adalah memasangkan beberapa aksesoris dan part penunjang konsep awal. Mulai dari spion, grip gas, stang, up side down, knalpot, footstep serta headlamp.

Selesai pengerjaan dan dirasa sempurna secara hasil, BMS tidak langsung menyerahkan motor kepada sang pemilik. Namun untuk membuktikan kesempurnaan dan kenyamanan dalam berkendara motor diajak wara-wiri dahulu. Setelah dipastikan oke, serah terima dilakukan di bengkel yang juga menjual part limbah motor gede (moge) ini.

“Yang pasti pemiliknya puas dengan hasil yang kami suguhkan. Rencana menjelajah langsung dirancang untuk memuaskan dahaga yang selama ini belum terlunasi,” tutupnya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Yamaha V75 (1976): Moped Antik American Style



Dunia modifikasi memang tidak akan pernah surut peminat. Semakin lama style dan konsep baru kerap bermunculan. Membuat pemilik kuda besi bebas memilih dan mengaplikasikan model sesuai keinginan masing-masing. Namun, penggemar modifikasi tidak hanya pemilik motor lansiran tahun muda. Motor-motor antik juga tidak jarang ikutan dirias sang empunya tunggangan. Hasilnya, motor tampil ciamik tidak kalah dengan motor anyar. Hal ini yang dilakukan Manggis Keplis Roworontek pemilik Yamaha V75 rilisan tahun 1976.

Motor yang kerap disebut Yamaha Robot ini didandani sedemikian rupa sehingga layak untuk terjun diajang kontes. Lelaki yang juga pemilik bengkel KUBE TRALALA ini memang lebih menyukai motor-motor lawas rilisan pabrik berlambang garpu tala.

“Intinya saya mau tampil beda dengan motor lawas yang saya punya. Selain itu, saya ingin membuktikan kepada semua modifikator bahwa motor antik Yamaha bisa didandani dan menjadi layak untuk ikutan kontes. Ini karya saya dan bangga untuk mengendarai motor dengan ciri khas masa lalu,” ujarnya ditemui di Salatiga beberapa waktu lalu.

Dengan usungan konsep American Style, Manggis optimis bahwa kedepan penggemar kuda besi akan ikutan melirik motor-motor antik Yamaha. Sementara untuk merombak motor sesuai ide awal, dirinya mengaku menyuntikan bajet 1 juta rupiah dengan lama pengerjaan selama dua minggu. Walau motor tua, Manggis mengaku pernah mengajak motornya wara-wiri sampai ke Solo, Yogyakarta dan Demak.

Dengan kondisi yang nyaris original, motor Yamaha V75 miliknya tidak kalah dengan motor lain untuk urusan speed. Manggis menambahkan akan tetap mempertahankan konsep sampai mendapatkan ide baru mempercantik tunggangan kesayangannya itu.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...